Review POCO M3 – Tampil Beda dan Berani dengan Spesifikasi Jagoan

posted in: Review Gadget | 0

Review POCO M3 – Tampil Beda dan Berani dengan Spesifikasi Jagoan – Setelah sekian lama, pada akhirnya Indonesia ulang kedatangan handphone yang amat mengundang hasrat dari sub-brand Xiaomi bernama POCO M3.

Review POCO M3 – Tampil Beda dan Berani dengan Spesifikasi Jagoan

review-poco-m3-tampil-beda-dan-berani-dengan-spesifikasi-jagoan

mensajestigo – Membawa tagline “The New Entry-level Killer” tentu akan sebabkan banyak yang penasaran bersama dengan POCO M3, juga saya. Apakah sebetulnya benar POCO M3 akan sebabkan handphone entry-level lainnya menjadi tidak relevan?

Setelah menggunakannya sepanjang lebih dari satu minggu, mari kita menyaksikan lebih di dalam apa saja yang di tawarkan oleh POCO M3.
Review POCO M3

Layar – 8/10
Performa – 8/10
Kamera – 8/10
Baterai – 9/10
Software – 7/10
Desain – 8/10

8/10

Kesimpulan

POCO M3 merupakan handphone yang miliki keseimbangan cukup baik merasa dari desain berani hingga performa mumpuni yang ditawarkannya agar akan amat bersaing bersama dengan di kelasnya bersama dengan kemampuan yang tidak boleh diremehkan

Pros

Baterai besar dan tahan lama
Performa oke untuk gaming
Desain unik dan berbeda
Layar terang untuk luar ruangan
Foto siang hari cukup memadai

Cons

Dua lensa lain merasa sekedar tambahan saja
MIUI 12 masih tidak cukup optimal
Belum tersedia NFC

Berbeda dari kebanyakan handphone yang beredar waktu ini, khususnya pada kelas entry-level, POCO M3 menyajikan desain yang cukup berikan kesegaran dan mampu dikatakan unik. Dengan cukup sekali liat, siapa pun akan segera menyadari terkecuali handphone yang aku pegang merupakan POCO M3.

Pada anggota depannya sebetulnya masih membawa desain Dot Drop, namun anggota belakang POCO M3 nampak amat berlainan sekali. Terbuat dari bahan polikarbonat bersama dengan sentuhan tekstur guratan yang menirukan permukaan bahan kulit, anggota belakang POCO M3 dihiasi oleh sebuah kotak hitam glossy di segi atasnya.

Bagi anda yang suka bermain game online silahkan kunjungi link berikut : Bandar Judi Bola

Di di dalam kotak berikut terkandung modul kamera yang terdiri tiga lensa di dalamnya dan tulisan POCO besar di sampingnya. Desain yang Xiaomi hadirkan kali ini terbilang unik dibandingkan kebanyakan dan nampak bangga akan label POCO. Kombinasi warna dan desain POCO M3 sebetulnya merasa berani dan trendi.

Selain kotak hitam perpanjangan modul kamera tersebut, POCO M3 tampil cukup polos dikarenakan sensor pindai jari disematkan pada samping kanan menyatu bersama dengan tombol power. Sementara itu terkandung port 3.5mm audio jack dan IR Blaster pada anggota atas dan juga slot kartu SIM dan microSD di samping kiri.

Secara keseluruhan, desain yang di tawarkan oleh POCO M3 cukup menarik menurut saya. Walaupun bodinya condong lebar ke samping, namun masih nyaman untuk digenggam dan tidak ringan selip dari tangan. Hanya saja, kemungkinan akan tersedia lebih dari satu pengguna yang mengira POCO M3 merupakan handphone mainan akibat warna matte yang membalutnya.

Beralih ulang ke anggota depannya, POCO M3 tampil jenis bersama dengan layar besar berukuran 6,53 inci yang menyajikan gambar di dalam resolusi FHD+ 2340 x 1080 piksel pada rasio 19,5:9. Layar berikut pun merasa merasa lega dikarenakan miliki rasio layar-ke-bodi menggapai 90,34% agar akan lebih leluasa saat nikmati konten hiburan.

Layar POCO M3 juga udah ditambah sertifikasi rendah cahaya biru dan TUV Rheinland dan Widevine L1 untuk menambahkan kenyamanan semaksimal mungkin. Layar berikut pun miliki tingkat kecerahan yang cukup baik dan masih mampu diamati bersama dengan cukup menyadari saat digunakan di bawah terik cahaya matahari.

Warna yang ditampilkan juga cukup cerah bersama dengan cermat mencukupi untuk pemanfaatan sehari-hari walau sebetulnya belum mampu menandingi panel AMOLED. Yang pasti, mengkonsumsi konten hiburan layaknya nonton YouTube merasa nyaman pakai POCO M3.

Apalagi Xiaomi juga menyematkan speaker ganda bersama dengan pertolongan Hi-Res Audio untuk menambahkan pengalaman nada yang lebih baik. Memutar musik dari Spotify bersama dengan tingkat volume maksimal masih terdengar cukup bagus tanpa ada nada pecah.

Berbicara soal handphone dari POCO, tentu performa menjadi salah satu segmen yang tetap menarik perhatian dikarenakan POCO pada awalannya sebetulnya kondang akan spesifikasi tinggi yang dibawanya bersama dengan harga relatif tetap terjangkau.

Xiaomi pun membenamkan Qualcomm Snapdragon 662 yang diproduksi pakai fabrikasi 11nm. Chipset berikut miliki delapan inti CPU bersama dengan kecepatan maksimal hingga 2.0 GHz dan GPU Adreno 610 untuk memproduksi segala kegiatan yang dilakukan.

Menemani chipset berikut terkandung RAM 6GB LPDDR4X dan penyimpanan internal UFS 2.2 berkapasitas 128GB untuk mencukupi kebutuhan memori aplikasi jaman kini yang kian konsisten membesar. Spesifikasi yang di tawarkan oleh POCO M3 nampak cukup mengundang hasrat untuk di kelasnya.

Apalagi saat diuji pakai aplikasi AnTuTu, POCO M3 mampu menggapai skor sebesar 177.253 poin, mengalahkan realme C17 dan Samsung Galaxy A21s menurut catatan tim Gadgetren. Sementara pada aplikasi Geekbench 5, POCO M3 memperoleh skor 315 poin untuk Single-Core dan 1.237 poin untuk Multi-Core.

Maka dari itu tidak mengherankan terkecuali POCO M3 mampu memainkan bermacam aplikasi bersama dengan lancar baik yang ringan maupun berat. Pada Mobile Legends: Bang Bang, aku mampu memainkannya pada pengaturan grafis High bersama dengan mode HFR aktif sekalipun. Sama halnya juga bersama dengan Free Fire yang mampu dilaksanakan bersama dengan mulus sambil nikmati grafis Ultra.

Untuk game yang lebih berat ulang layaknya Genshin Impact, ternyata POCO M3 masih mampu menjalankannya walau grafis yang diberikan sebetulnya tidak cukup tajam dan cukup banyak tersendat di sana sini.

Sementara waktu digunakan di dalam keseharian, aku mampu mampu terjadi cukup baik bersama dengan transisi animasi yang merasa mulus waktu menavigasikan sistem. Membuka banyak aplikasi secara bersamaan pun tidak amat menghambat kinerja dari POCO M3.

Hanya saja, aku kadang kala masih merasakan lag atau tersendat secara acak. Mengingat POCO M3 mampu menggerakkan game bersama dengan cukup baik, kemungkinan besar tampilan antarmuka MIUI 12 yang masih belum optimal.

Belum ulang MIUI 12 juga miliki banyak bloatware yang segera udah terpasang saat POCO M3 pertama kali dinyalakan. Bagi yang kerap merasa sebal pada bloatware layaknya saya, hal ini tentu sedikit merepotkan dikarenakan perlu menghapusnya satu per satu.

Untungnya aku cepat lupa akan kasus berikut setelah merasakan betapa lamanya daya tahan baterai yang dimiliki oleh POCO M3. Berbekal baterai berkapasitas 6.000mAh, POCO mampu aku pakai seharian tanpa masalah.

Saya mampu memperoleh screen on time menggapai 8 jam dan 31 menit di dalam keseharian di mana lebih dari satu besar pemanfaatan meliputi browsing internet, bermain game, dan foto-foto sejak pagi hari. Saat menjelang malam hari, baterai masih tersisa kira-kira 24% sebelum saat aku mengisinya ulang ulang waktu hendak tidur.

Daya tahan baterainya yang tinggi pun tercermin pada hasil tes baterai dari PCMark for Android. Dengan situasi baterai dari 100% dan tingkat kecerahan layar 50%, aplikasi yang menyimulasikan kegiatan pada kebanyakan ini menambahkan skor 17 jam dan 26 menit untuk POCO M3.

Angka berikut bahkan mengalahkan POCO X3 NFC yang merupakan saudaranya. Setelah pengujian tersebut, terbukti bahwa POCO M3 miliki daya tahan baterai yang tidak boleh diremehkan dan akan amat cocok sekali bagi pengguna yang kerap mengkonsumsi konten hiburan layaknya bermain game saat di dalam perjalanan.

Soal pengisian daya baterainya, aku cuma perlu menanti sepanjang 2 jam dan 37 menit saja berkat pertolongan teknologi pengisian cepat 18W melalui port USB-C yang dimilikinya. Xiaomi sendiri membekali charger 22,5W di dalam paket penjualan POCO M3 agar tidak mengherankan daya baterainya mampu terisi bersama dengan amat cepat.

Bagaimana bersama dengan pengguna yang cinta fotografi? Xiaomi untungnya tidak mengabaikan segmen yang satu ini dan menyematkan tiga kamera belakang pada POCO M3.

Membawa konfigurasi lensa utama 48MP, lensa makro 2MP, dan lensa kedalaman 2MP akan sebabkan POCO M3 cukup mampu untuk diandalkan di dalam mengabadikan momen-momen penting atau menarik di dalam kehidupan. Ditambah ulang terkandung kamera depan 8MP untuk kebutuhan selfie.

Dari sampel foto berikut mampu nampak bahwa lensa utama dari POCO M3 mampu menghasilkan foto yang cukup cermat dan berwarna cerah berkat fitur kecerdasan buatan yang tersemat di dalamnya. Sementara saat menghendaki mengambil foto di dalam resolusi besar untuk mampu di-crop kemudian mampu pakai mode 48MP yang disediakan.

Sementara waktu foto malam hari, hasil foto masih nampak cukup menyadari bersama dengan minim noise. Warna foto menjadi sedikit mengarah ke warna hangat di mana warna merah menjadi lebih mencolok. Namun secara keseluruhan masih terbilang oke. Menariknya, tidak tersedia perbedaan amat jauh pada mode Auto bersama dengan mode Night.

Dua lensa tambahan lainnya mampu menambahkan variasi pengambilan foto di mana makro sangat mungkin foto mampu diambil alih bersama dengan cukup menyadari dari jarak dekat walau warnanya menjadi sedikit lebih pucat bersama dengan cermat yang tidak cukup tajam, waktu lensa kedalaman mampu menambahkan pengaruh bokeh yang cukup natural.

Foto yang dihasilkan oleh kamera depan POCO M3 membawa cermat cukup baik bersama dengan warna yang terlihat natural, juga pengaruh bokeh yang tidak kalah bagusnya. Tingkat eksposur pun mampu ditangain bersama dengan cukup baik agar latar tidak amat terang.

Kemampuan fotografi yang di tawarkan oleh POCO M3 tergolong masih cukup oke untuk diunggah ke tempat sosial. Saat menekan tombol shutter, foto pun segera mampu diambil alih tanpa ada jeda. Ditambah lagi, aplikasi kamera POCO M3 juga sedia kan fitur Time-lapse untuk berkreasi lebih jauh.

Namun, aku merasa dua lensa lainnya layaknya cuma sekadar tambahan saja agar nampak layaknya membawa tiga kamera dikarenakan cuma kamera utama saja yang amat cukup waktu dua lainnya merasa tidak cukup berkontribusi banyak.

Setelah menggunakannya secara segera sepanjang lebih dari satu minggu, aku mampu menyebutkan bahwa POCO M3 merupakan handphone yang miliki keseimbangan cukup baik merasa dari desain hingga performa yang ditawarkannya.

Handphone yang satu ini aku rasa lebih cocok digunakan sebagai perangkat multimedia untuk nikmati bermacam konten hiburan dibandingkan sebagai alat fotografi. Dengan daya tahan baterai lama dan kinerja mumpuni, para gamer dipastikan akan cukup suka bersama dengan apa yang di tawarkan oleh POCO M3.

Namun, masih tersedia lebih dari satu segmen yang mampu diperbaiki oleh Xiaomi untuk sebabkan POCO M Series setelah itu untuk menjadi amat The New Entry-level Killer tanpa ada celah untuk dikalahkan oleh brand lain.

Akhir kata, POCO M3 merupakan handphone yang amat bersaing di kelasnya bersama dengan kemampuan yang tidak boleh diremehkan. Bagi kamu yang menghendaki meminangnya, POCO M3 waktu ini udah tersedia di Indonesia bersama dengan harga Rp 1.799.000 untuk varian RAM 4GB + ROM 64GB dan Rp 2.199.000 untuk varian RAM 6GB dan ROM 128GB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *